Mendengkur dan Diabetes

Ngorok sering kali diremehkan, tetapi ternyata berbagai penelitian telah

Mendengkur dan Mengantuk

membuktikan bahwa mendengkur amat berhubungan dengan diabetes. Bahkan penelitian-penelitian lain menunjukkan kalau pengobatan ngorok sendiri dapat membantu kontrol gula darah.

Jika Anda menemui orang yang selalu mengantuk, tak bersemangat, sering kencing di malam hari dan menderita diabetes, jangan abaikan. Tanyakan apakah tidurnya mendengkur. Karena jika ia seorang pendengkur, mungkin sekali ia menderita obstructive sleep apnea (henti nafas tidur).  Ini telah dituangkan dalam buku panduan dari International Diabetes Federation (IDF) bahwa semua tenaga kesehatan sebaiknya menanyakan riwayat tidur penderita diabetes, terutama tentang mendnegkur

Mendengkur atau OSA berhubungan dengan glucose intolerance dan insulin resistance, sehingga dianggap turut berperan mengembangkan diabetes. Berkurangnya kadar oksigen dan periode bangun singkat (micro arousal) akibat sleep apnea turut menjembatani terjadinya gangguan metabolisme(1).

Sebuah penelitian oleh Resnick dan kawan-kawan di tahun 2003 menyatakan bahwa 58% dari penderita diabetes tipe dua juga menderita OSA(2).

Beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa pengobatan mendengkur dengan penggunaan CPAP pada penderita OSA yang juga menderita diabetes akan mengakibatkan perbaikan sensitivitas terhadap insulin dan penurunan kadar gula darah secara berarti (3,4).

 

Sumber:

1.  Punjabi and Beamer, 2005

2.  Resnick et al, 2003

3.  Harsch et al, 2004

4.  Babu et al, 2005