Perhatikan Posisi Tidur & Waktu Tidur Anda!

Majalah Dokter Kita, Januari 2010

Semua orang pasti pernah tidur. Entah itu tidur siang atau malam. Tidur biasanya diidentikkan dengan waktunya mengistirahatkan mata dan tubuh. Namun apakah posisi dan waktu tidur Anda sudah benar?

Menurut praktisi kesehatan tidur Dr. Andreas Prasadja, RPSGT, sebenarnya semua posisi tidur itu baik. Namun sebenarnya dalam konteks kesehatan, posisi tidur yang baik berkaitan dengan posisi tulang belakang. Posisi tidur yang terbaik adalah tulang belakang tegak dan bukan lurus. Yang dimaksud dengan tegak di sini memang bukan berarti tulang belakang lurus. Sebab dalam keadaan normal tulang belakang memang melengkung dalam derajat tertentu dan tidak sepenuhnya lurus.

Meski kepala menggunakan bantal dan tubuh ditopang kasur, posisi tulang belakang tetaplah harus tegak. Begitu pula dengan berbagai posisi tidur baik telentang, miring kanan-kiri maupun tengkurap. Hal yang terpenting adalah posisi tidur haruslah tegak. Untuk ibu hamil disarankan untuk miring, karena perut sudah membesar.

Manfaat dari tulang belakang yang tegak adalah menghindari terjadinya kelainan bentuk tulang belakang. Seperti sakit pinggang, HNP (Hernia nukleus pulposus: pergeseran piringan tulang belakang), kiposis (bungkuk), dan lain-lain.

Untuk masalah tidur, sulit rasanya untuk orang mengatur posisinya. Sebab ketika orang tertidur pulas, maka ia tidak menyadari bagaimana posisi tidurnya. Namun menurut Dr. Andreas, ketika orang tidur dan merasa tidak nyaman dengan posisinya, maka orang tersebut akan mengubah posisinya.

Sesak Napas Bukan Karena Posisi Tidur

Mungkin anda salah satu orang yang sering mengalami sesak napas saat tidur. Menurut Dr. Andreas, sesak napas bukan disebabkan salah posisi tidur. Namun, gejala tersebut mungkin disebabkan oleh sleep apnea, yaitu sebuah gangguan tidur berupa henti napas saat tidur.

Bagaimana dengan Waktu Tidur Anda?
Waktu tidur anak usia sekolah yang terbaik adalah 10 sampai 11 jam. Sedangkan untuk orang dewasa muda adalah 9 jam 15 menit sampai 9,5 jam. Lalu untuk orang dewasa adalah 8 jam. Sedangkan usia di atas 50 tahun adalah 6 – 7 jam.

Dr. Andreas memberitahukan, bahwa orang harus memahami, bahwa kurang tidur itu sebenarnya sebuah kondisi pola tidur yang berbeda-beda antara orang remaja, dewasa maupun anak-anak.

Secara umum, kebutuhan tidur orang dewasa muda berkisar 8,5 – 9,25 jam per hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, orang dewasa muda memiliki cara tersendiri dalam mengatur pola tidurnya. Namun biasanya pola tidur orang dewasa muda berubah-ubah alias tidak menentu. Saat orang lain mulai mengantuk pada pukul 21.00 atau 22.00, justru mereka bersemangat untuk bekerja, belajar atau menyelesaikan tugas-tugasnya. Rasa kantuk baru akan menyerang sekitar tengah malam, yaitu pada pukul 00.00 – 01.00, bahkan ada yang tidak tidur hingga pagi.

Oleh karena itu, maka orang yang kurang tidur akan mengalami hutang tidur. Hutang tidur yang menumpuk dapat berakibat pada berkurangnya kemampuan mental, konsentrasi, daya ingat, prodktivitas dan refleks sewaktu berkendara.

Selain itu, menurut Dr. Andreas, efek dari kekurangan tidur bisa mengakibatkan gangguan matobolisme, buruknya daya tahan tubuh, perbaikan sel-sel jaringan yang jelek, mengantuk dan lelah. Intinya orang kurang tidur sama dengan tidak produktif.

Nah… Jika Anda ingin terhindar dari sakit yang disebabkan karena tulang belakang dan tidak ingin menjadi orang yang tidak produktif, maka mulai sekarang perhatikanlah posisi dan waktu tidur Anda!.Deppy Marlinda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: