Tentang Mimpi

Mimpi terjadi pada tahap tidur R (REM/Rapid Eye Movement) yang ditandai dengan aktivitas gelombang otak yang mirip dengan saat sadar dan gerakan bola mata cepat. Tetapi sebaliknya, tubuh menjadi lemas lumpuh, agar tidak bergerak mengikuti skenario mimpi.

Setiap malam kita bermimpi 4-6 kali, hanya saja kita tidak dapat mengingat semuanya. Bahkan ada beberapa orang yang tidak mengingat mimpinya sehingga ia merasa tidak pernah bermimpi. Kita amat memerlukan mimpi. Ketika kita baru kekurangan tidur, secara otomatis, malam berikutnya tidur mimpi kita akan lebih banyak. Begitu pula saat akan menghadapi suatu tantangan, malam sebelumnya tidur kita pun akan banyak melewati tahap tidur R.

Sedemikian pentingnya tidur R, bayi yang baru lahir akan menghabiskan 60%-70% waktu tidurnya dalam tahap ini. Sedangkan janin usia 24 minggu menunjukkan gelombang otak R sepanjang waktu.

Pada saat otak memasuki tahap tidur mimpi, ada sinyal-sinyal dari pons di dasar otak yang menyebarkan sinyal-sinyal secara acak ke cortex (permukaan otak.) Sinyal-sinyal ini akan mengaktifkan ingatan-ingatan untuk muncul sebagai mimpi. Saat mimpi, otak kita sedang aktif mengatur semua informasi menjadi ingatan. Kemampuan otak kita untuk memproses ingatan amat bergantung pada tahap tidur ini.

Tidur R, juga dipercaya sebagai tahap tidur dimana kemampuan mental, kognitif dan emosional kita dijaga. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tentara membuktikan bahwa kemampuan menembak tepat akan menurun setelah tidur R-nya dibatasi. Demikian juga dengan kemampuan seorang anak untuk berkonsentrasi, belajar dan menganalisa akan menurun dengan tidur R yang kurang.

Mimpi

Dalam mimpi, semua panca indra kita tertutup, sehingga kita berada di alam kesadaran kita sendiri. Mimpi tidaklah nyata, tapi bagi si pemimpi ia berada di dunia ‘nyata’ yang lain. Semua tampak sebagai ‘kenyataan’ alternatif, karena walau tampak fantastis dan tidak masuk akal, emosi yang kita rasakan saat mimpi sangatlah nyata.

Kesan mendalam dari mimpi juga membuat kita ingat akan suatu mimpi. Misalkan sebuah mimpi indah yang menggembirakan, tentu saat terbangun kita akan ingat dan tersenyum bahagia mengenang mimpi tersebut.

Mimpi juga membuat kita memiliki kesempatan mengalami suatu pengalaman, tanpa perlu benar-benar mengalaminya di dunia nyata. Misalkan seorang perokok yang bermimpi didiagnosa dengan kanker paru stadium lanjut dan hanya memiliki waktu beberapa bulan saja untuk hidup. Ketika bangun ia masih merasakan perasaan terkejut, putus asa dan penyesalan yang dalam. Akibatnya, mulai saat itu ia memutuskan untuk menghentikan kebiasaan merokok. Pengalaman yang mirip juga pernah dialami oleh Bpk. Kedokteran Tidur, William Dement.

Kreativitas juga dipengaruhi oleh mimpi. Tidak sedikit orang yang mengaku mendapatkan inspirasi dari mimpi. Mary Shelley mengaku menulis kisah Frankeinstein berdasarkan salah satu mimpinya. Sedangkan Paul McCartney menuliskan nada-nada dari mimpinya menjadi sebuah lagu berjudul Yesterday.

Sementara secara tradisional, kita juga sering mendengar pengalaman mimpi yang seolah dapat meramalkan masa depan. Mimpi buruk yang mencegah orang menaiki sebuah pesawat, yang ternyata mengalami kecelakaan fatal. Atau pengalaman de javu yang seolah pernah dialami dalam mimpi. Mimpi-mimpi seperti ini ada, namun tidak dapat dijelaskan secara ilmiah.

Interpretasi Mimpi

Masyarakat kuno sering kali mengartikan mimpi sebagai pesan ilahiah. Kebudayaan Mesir misalkan, mereka memiliki kuil yang memuja dewa mimpi Bess. Para pengikutnya akan diberi semacam ramuan untuk membantu tidur, dan setelah bangun mereka akan menceritakan mimpinya pada pendeta untuk diartikan. Sementara yang paling dekat dengan dunia modern adalah usaha menginterpretasi mimpi yang dilakukan oleh masyarakat Yunani. Mereka sedikit mengambil kebiasaan orang Mesir, namun dalam mengartikan mimpi, mereka lebih cenderung menganggap bahwa mimpi akan memberikan gambaran tentang alam perasaan seseorang.

Adalah Freud dan Jung yang menggunakan mimpi sebagai alat untuk merawat para pasien. Dengan menggali simbolisasi-simbolisasi mimpi, para psikoanalis modern mencoba masuk ke perasaan bawah sadar.

Mimpi tampak begitu fantastis dan tak masuk akal. Kita sering kali mencoba mengartikan mimpi lewat berbagai buku interpretasi mimpi. Tapi tidak semudah itu. Mimpi bersifat personal. Suatu simbol dalam mimpi bisa berbeda arti bagi setiap orang. Misalkan mimpi tentang sepeda. Bagi seseorang akan berarti kemunduran dan usaha keras, karena ia senang mengendara motor. Sedangkan bagi penghobi sepeda bisa diartikan sebagai kebebasan.

Sinyal-sinyal mimpi bergerak acak dalam tidur, akibatnya sering kali mimpi tidak mempunyai hubungan apa pun dengan apa yang sedang kita alami. Tapi cobalah untuk melihat lebih dalam. Jika kita memimpikan sebuah kursi. Refleksikan apa artinya bagi diri Anda. Jika Anda menjadi kursi? Mungkin Anda menjadi tempat orang lain bisa merasa nyaman. Atau bisa juga berarti sebagai sebuah kedudukan. Lihat juga suasana yang meliputi. Berada di ruang terbuka yang cerah. Apa arti lingkungan tersebut bagi Anda? Kebahagiaan, atau justru kesepian? Silahkan Anda interpretasikan sendiri.

Jika Anda ingin belajar mengartikan mimpi demi pemahaman hidup, cobalah menyediakan sebuah buku catatan di samping tempat tidur. Setiap bangun, dan Anda ingat akan mimpi tersebut, catat. Di waktu senggang coba refleksikan isi mimpi dengan kondisi kehidupan. Tuliskan juga interpretasi Anda tersebut. Dengan berjalannya waktu Anda akan semakin mahir mengartikan mimpi-mimpi Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: