Sembuhkan Dengkuran Saya!

Berikut pengalaman seorang pasien kami yang dituangkan kepada Reader’s Digest Indonesia.

Selama hidupnya, Stephen Dave, 31, tak pernah menduga dirinya punya masalah tidur. “Memang saat tidur, saya selalu mendengkur keras. Tapi tidak pernah menyangka ada masalah walau istri saya suka komplain,” ujarnya.

Masalah bertambah serius saat Stephen menyadari bahwa dia sering dilanda rasa kantuk berat. “Walau sudah tidur selama 7-8 jam tiap malam, tetap saja saat berangkat kantor, kadang saya jatuh tertidur selama beberapa detik saat mengemudi di jalan tol,” ungkap Stephen yang bekerja sebagai product manager perusahaan elektronika.

Rasa kantuk tidak berhenti di situ saja. Kira-kira pukul 13.00-14.00, Stephen selalu merasa ngantuk berat. “Terlebih saat rapat yang panjang dan berlarut-larut, kadang saya ketiduran di tengah rapat,” katanya.

Untung masalah Stephen tidak berlarut-larut. Pada 2006, dia kebetulan mengunjungi sebuah rumah sakit yang memiliki sleep clinic. Di tempat itu, Stephen menemukan brosur mengenai sleep disorder yang menunjukkan gejala masalah tidur yang serupa dengan gangguan yang dialaminya. Langsung saja dia memeriksakan diri.

“Setelah diperiksa dan berkonsultasi, dokter menyatakan bahwa kualitas tidur saya buruk,” ungkap Stephen yang menginap di sleep clinic itu satu malam untuk menjalani tes. Menurut sang dokter, walau Stephen terlihat tidur selama 7-8 jam, namun otaknya tidak berhenti bekerja. Kondisi itu membuatnya tidak benar-benar tidur, sehingga wajar saja dia merasa ngantuk luar biasa keesokan harinya. Oleh dokter, Stephen diberi alat CPAP (Continuous Possitive Airway Pressure), yang memberi udara segar ke hidung untuk membuka saluran pernapasan. Alat itu membantu Stephen bernapas normal saat tidur. Hingga kini, setelah satu tahun mengenakan CPAP, kualitas tidur Stephen jadi baik. Kini tidak ada lagi masalah ketiduran saat menyetir atau rapat di kamus Stephen. “Istri pun tidak lagi komplain soal dengkuran keras saat saya tidur,” ujarnya senang.

Reader’s Digest Indonesia, November 2007

Bernadetta Diah Aryani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: