Hipersomnia, Berefek Cemas dan Lemas

Minggu, 12 Desember 2010 | 12:02 WIB

Pernah merasa sangat mengantuk di saat jam-jam sibuk? Jika ini yang sering dirasakan, mungkin anda mengidap hipersomnia. Hipersomnia adalah kebalikan dari insomnia.

Menurut dr Andreas Prasadja, RPSGT, sleep technologist dari Sleep Disorder Clinic, hipersomnia adalah sebuah gejala gangguan tidur yang membuat penderitanya mengalami rasa kantuk berlebihan meskipun sudah tidur cukup.

Pada mereka yang menderita hipersomnia, tidur yang berlebihan adalah suatu gangguan atau kelainan medis. Kondisi ini menyebabkan seseorang menderita akibat rasa kantuk yang berat atau berlebihan sepanjang hari, yang biasanya tidak dapat diatasi dengan tidur siang.

Hipersomnia juga menyebabkan mereka tertidur untuk jangka waktu yang lama pada malam hari. Kebanyakan penderita hipersomnia mengalami gejala-gejala seperti kecemasan, lemas tidak bertenaga dan mengalami gangguan ingatan sebagai akibat dari dorongan yang hampir konstan untuk tidur.  “Ciri-ciri lainnya adalah bangun tidur tak segar, cepat mengantuk, sulit berkonsentrasi, cepat lelah, plus daya ingat yang terus menurun,” kata Andreas.

Tidur memang salah satu kebutuhan dasar manusia dan berperan vital bagi kesehatan. Namun bila tidur sudah menjadi sesuatu yang dominan dalam aktivitas sehari-hari tentu harus diwaspadai.

Tidur terlalu lama (oversleeping) bisa jadi pertanda hadirnya gangguan yang berhubungan dengan sejumlah penyakit baik fisik maupun mental. Tidur bagi manusia adalah hal yang sangat penting, karena tidur mengendalikan irama kehidupan kita sehari-hari.

Jika kita kurang tidur atau mengalami gangguan dalam tidur, maka hari-hari kita akan menjadi lambat dan kurang bergairah. Sebaliknya tidur yang cukup dan berkualitas akan membantu kita memiliki energi dan gairah dalam menjalani aktifitas sehari-hari.

Setiap manusia menghabiskan seperempat sampai sepertiga dari kehidupannya untuk tidur. Menurut penelitian, hampir setiap manusia pernah mengalami masalah tidur. Satu dari tiga orang dilaporkan mengalami gangguan tidur dan satu dari sembilan orang memiliki masalah tidur yang cukup serius.

Untuk membebaskan diri dari “kekacauan” akibat tak bisa membuat rutinitas tidur kita menjadi lebih berkualitas, menurut Andreas ada beberapa hal yang harus anda perhatikan yaitu membiasakan tidur yang berkualitas.

“Tidur yang berkualitas itu bukan hanya durasi lamanya mata terpejam yang diperhitungkan, melainkan bagaimana kita membuat gelombang otak masuk ke dalam vase tidur lelap. Dan vase tidur lelap akan tercapai jika kita benar-benar siap untuk tidur tak hanya sekadar memejamkan mata,” kata dia.

Ia juga menambahkan mengenai durasi, idealnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur 8-9 jam di malam hari. “Untuk remaja 9 jam adalah waktu yang tak bisa ditawar-tawar,” katanya.

Selain itu Andreas juga menyarankan untuk menjauhkan pengganggu tidur di dalam kamar anda. “Jadikanlah tempat tidur sebagai tempat yang nyaman untuk terlelap,” katanya.

Ini berarti kita harus menjauhkan televisi, video games, dan laptop atau komputer dari kamar. Membiasakan jam tidur yang teratur, juga bisa dijadikan cara untuk mengatasi gangguan hipersomnia.

Meskipun cara ini tak mudah untuk dilakukan, namun menurut Andreas ada sebuah alternatif yang bisa anda lakukan yaitu dengan menentukan waktu bangun yang harus diikuti setiap harinya. “Konsisten bangun di waktu yang sama selama seminggu atau sampai sebulan, maka tubuh akan mengikuti ritme tersebut,” tuturnya.

Ritme ini, lanjut Andreas yang nantinya akan membentuk sirkardian atau jam biologis tubuh. Kita akan selalu mengantuk lebih cepat jika di malam sebelumnya kita kurang tidur, tapi bangun selalu di jam yang sama. Walhasil tubuh akan meminta kita kembali pada jam tidur yang sebelumnya.

Memajukan jam tidur, dikatakan Andreas merupakan cara untuk menghilangkan hipersomnia. “Cobalah memajukan jam tidur kita 15 menit lebih cepat selama 4 malam berturut-turut. Setelah ini berhasil, buat jadwal tidur kita 1 jam lebih cepat dari biasanya,” ujarnya.

Makan dengan teratur, juga bisa membuat hipersomnia anda perlahan menghilang. Jika anda bertanya apa hubungannya makan dengan tidur, maka Andreas mengatakan bahwa keduanya sangat erat kaitannya.

“Makan di jam yang sama setiap hari akan membuat sirkardian kita “berdentang” dengan teratur, termasuk distribusi energi untuk memberikan sinyal pada kita bahwa sudah waktunya istirahat,” ujarnya.

Andreas juga menerangkan, jika kita tidak makan teratur, misalnya memundurkan makan siang menjadi lebih sore, akan membuat makan malam kita mundur sampai mendekati waktu tidur. Dan pasokan energi mendekati waktu tidur justru membuat kita bersemangat melakukan banyak hal.

“Idealnya, 2 sampai 3 jam sebelum waktu tidur kita sudah berhenti makan agar metabolisme berjalan sempurna sehingga tak ada yang berubah wujud menjadi timbunan lemak di tubuh,” sahutnya.

Selain itu, satu hal yang paling penting, namun jarang kita lakukan adalah berolahraga! Lakukanlah aktivitas bakar lemak seperti aerobik setiap hari, minimal 30 menit. “Aerobik akan membuat tubuh kita lebih cepat terlelap. Terlebih jika kita melakukan olahraga di ruang terbuka, 30 menit terpapar sinar matahari pagi akan meregulasi pola tidur kita. Sehingga secara alamiah bisa tidur dengan teratur dan berkualitas,” kata Andreas.

Namun ia mengingatkan yang perlu diingat adalah hindarilah berolahraga 3 jam sebelum tidur, sebab adrenalin yang terpacu justru akan menjauhkan kita dari rasa kantuk.

Terakhir, jika berbagai cara di atas belum juga mampu menghilangkan hipersomnia anda. Maka, sebaiknya anda harus menemui pakar kesehatan tidur: Sebab hipersomnia juga bisa merujuk pada gangguan tidur seperti narkolepsi atau sleep apnea.

Narkolepsi adalah gangguan yang membuat orang tak bisa menahan rasa kantuknya, sehingga dalam keadaan tengah beraktivitas pun bisa tiba-tiba tertidur. Sedangkan sleep apnea, gangguan nafas pada saat tidur yang sebenarnya membuat otak kita tetap terjaga meski mata terpejam. ins, m8

link: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=ba6eb126f6e0a1cdeb3d5aaff181aeae&jenis=c74d97b01eae257e44aa9d5bade97baf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: