Hari Kesehatan Tidur Dunia

Tanggal 16 Maret diperingati sebagai World Sleep Day, atau Hari Kesehatan Tidur Dunia. Pada hari ini, masyarakat dunia diingatkan kembali tentang pentingnya tidur bagi kesehatan, keselamatan serta kesejahteraan manusia.

Sejak penemuan perekaman gelombang otak, pencarian fungsi-fungsi otak dimulai. Namun seperti dunia kedokteran pada umumnya, penelitian ditujukan pada saat terjaga. Hingga suatu waktu setelah perang dunia kedua, beberapa psikiater tertarik untuk mempelajari mimpi.

Adalah William Dement, yang lalu dikenal sebagai bapak kedokteran tidur, memperkenalkan pada dunia tentang tahapan tidur R, dari Rapid Eye Movement. Penemuan ini lalu menjadi dasar ditemukannya berbagai diagnosa gangguan tidur seperti sleep apnea, sindroma tungkai gelisah, REM behaviour disorder, parasomnia, insomnia, narkolepsi dan lain-lain yang kini terangkum dalam the International Classification of Sleep Disorder. ICSD yang kini telah mencapai edisi kedua mencatat sekurangnya 80 macam gangguan tidur. Berbagai gangguan ini bahkan berkaitan dengan banyak spesialisasi kedokteran, sebut saja penyakit dalam, jantung, paru, THT, anak, psikiatri, bahkan kedokteran gigi.

Tidur tidak lagi dikenali sebagai fase tak aktif dari kehidupan manusia. Analisa tidur, sebagai pemeriksaan dasar untuk mendiagnosa gangguan tidur membuktikannya. Banyak malam dilewati oleh para peneliti di laboratorium tidur untuk merekam dan menganalisa fungsi-fungsi tubuh saat tidur. Satu persatu mitos tidur dipatahkan.

Tidur bukan lagi dikenal sebagai suatu bentuk kemalasan. Saat tidur justru penting bagi restorasi kemampuan kognitif, mental maupun stabilitas emosional seseorang. Dasar-dasar produktivitas manusia. Tanpa tidur yang sehat, manusia modern harus bergantung pada berbagai zat stimulan untuk bekerja. Tetapi banyak orang tidak menyadari bahwa konsumsi stimulan hanyalah menunda kantuk, tanpa mengembalikan kemampuan seseorang untuk tetap produktif. Berbagai gangguan tidur juga telah terbukti merusak korteks prefrontal pada otak. Bagian otak yang berperan dalam fungsi-fungsi eksekutif. Seperti kemampuan untuk mengambil keputusan atau kemampuan untuk menerima masukan. Keduanya merupakan syarat utama pemimpin yang baik.

Misteri tidur, perlahan mulai terkuak. Mulai dari pengamatan akan gangguan yang dialami manusia sebelum tidur, hingga saat tidur. Tidur bukan lagi saat aman, dimana tak ada satu pun yang dapat terjadi. Nyatanya, pada saat tidur kerja organ tubuh dapat juga terganggu. Mendengkur yang selama ini dianggap tidur yang pulas, kini dikenal sebagai sleep apnea, henti nafas saat tidur yang mematikan. Saat tidur, berbagai penyakit bisa juga berkembang tanpa disadari. Sebut saja hipertensi, penyakit-penyakit jantung, diabetes, stroke hingga kematian.

Gejala gangguan tidur, bukan hanya sulit tidur. Kini kantuk berlebihan justru dikenali lebih berbahaya. Hipersomnia, bukan kebanyakan tidur. Ketika orang sudah cukup tidur, ia tak lagi mengantuk. Namun bagaimana jika sudah cukup tidur tapi masih mengantuk? Inilah hipersomnia. Insomnia memang membuat orang sangat menderita, tapi terus menerus mengantuk tanpa penyebab yang jelas juga membuat banyak orang frustasi. Bayangkan, tahukah Anda jika di negara-negara Eropa pendengkur dilarang mengendara?

Tidur, di segala usia, di segala kondisi ternyata berkaitan. Tidur ibu hamil, bisa menentukan kualitas kehamilan dan janinnya. Gangguan kesehatan semasa hamil hingga persalinan juga bisa diprediksikan dari tidur calon ibu. Ibu pendengkur misalnya, ternyata rentan mengalami gangguan kehamilan dan persalinan. Mulai dari tekanan darah tinggi, pre eklamsia, hingga berat badan lahir bayi rendah.

Demikian juga tidur pada anak. Proses tumbuh kembang bergantung sepenuhnya pada tidur. Pada thap tidur dalam, tubuh mengeluarkan banyak hormon pertumbuhan. Proses konsolidasi ingatan, kemampuan berkonsentrasi, kecerdasan dan kreativitas anak diabngun pada saat tidur. Kemampuan motorik halus seperti memainkan alat musik atau melukis seolah dipoles saat tidur. Proses tidur anak bisa dikatakan berkaitan erat dengan masa depannya. Membiarkan gangguan tidur pada anak sama dengan merusak potensinya di masa depan. Dengkur misalnya, penelitian terkini menunjukkan bahwa anak mendengkur akan cenderung hiperaktif dan agresif.

Denyut kehidupan modern juga terus mendorong manusia untuk terus aktif 24 jam sehari 7 hari seminggu. Berbagai implikasi penemuan bola lampu mulai terasa dari berkurangnya tidur manusia. Hampir semua pelayanan disiapkan 24 jam sehari. Bekerja dengan bergilir juga menimbulkan masalah baru bagi detak jam biologis manusia. Tak dapat dihindari, bermunculan kecelakaan kerja serta gangguan kesehatan hingga kejiwaan akibat bekerja tak sesuai jam biologis. Pengaturan tidur dan aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan jam biologis. Kerja dengan jam bergilir juga perlu memperhatikan kesehatan tidur demi kesehatan dan keselamatan.

Tidur menentukan kualitas manusia. Tidur yang baik juga menjamin kesehatan, kebahagiaan dan produktivitas seseorang. Dengan memperhatikan tidur, kita memperbaiki kualitas hidup dan memberikan harapan bagi Indonesia yang lebih baik.

Kesehatan Tidur untuk Indonesia yang lebih baik.