Pria Dengan Gangguan Tidur Lebih Berisiko Derita Kanker Prostat

ImageSebuah penelitian dari Islandia yang diterbitkan oleh the Journal Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention mengatakan bahwa pria yang mengalami gangguan tidur memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kanker prostat. Bukan itu saja, mereka bahkan terkena kanker yang lebih ganas.

Melatonin

Walau hubungan antara gangguan tidur dan kanker prostat tampak jelas, tetapi para peneliti mengingatkan bahwa belum tentu insomnia yang menyebabkan kanker prostat.

Para ahli berpendapat, hubungan keduanya terletak pada melatonin. Melatonin adalah hormon yang dihasilkan tubuh saat tidur dan sangat dipengaruhi oleh cahaya. Ia hanya dikeluarkan saat gelap. Keberadaan melatonin didapati bisa menekan berbagai proses selular dalam pertumbuhan sel kanker. Bisa dikatakan melatonin mempunyai efek anti kanker. Sayangnya ekspos cahaya yang tak beraturan serta proses tidur yang terganggu akan menurunkan produksi melatonin.

Kilas Balik

Para ahli dari Harvard Medical School di tahun 2001, melakukan penelitian pada para perawat. Survei yang dikenal dengan sebutan the Nurse’s Health Study tersebut mendapati bahwa wanita dengan kerja gilir bergantian memiliki risiko lebih besar untuk menderita kanker payudara. Bandingkan dengan wanita buta yang paparan cahayanya terbatas hingga tidur teratur dan memiliki kadar melatonin yang baik, memiliki risiko kanker payudara 50% lebih rendah.

Di tahun 2007, The International Agency for Recerarch On Cancer menyatakan bahwa gangguan pada siklus gelap-terang dan tidur merupakan salah satu karsinogen (zat penyebab kanker).

Yang terbaru, jurnal kedokteran tidur SLEEP edisi Mei 2013 menyebutkan bahwa pendengkur yang tidur lebih dari 9 jam seharinya memiliki risiko 1,4-2 kali lipat untuk menderita kanker usus. Ngorok dan sleep apnea berperan pada berkembangnya sel kanker lewat proses tidur yang terpotong-potong hingga mengganggu kadar melatonin serta efek henti nafas yang menyebabkan penurunan kadar oksigen secara berkala.

Penelitian

Para peneliti dari the Centre of Public Health Sciences, University of Iceland, mengamati pola tidur 2.102 pria. Mereka yang mengalami gangguan tidur seperti sulit tidur, sulit mempertahankan tidur atau sulit tidur kembali dikumpulkan dan dicatat. Sementara sebagian dari mereka, 755 orang, yang tidak mengalami gangguan tidur dijadikan kelompok normal sebagai pembanding nantinya.

Setelah diamati selama 5 tahun, sejumlah 135 pria dengan gangguan tidur didapati menderita kanker prostat, dan 26 orang diantaranya termasuk kanker yang ganas.

Pria dengan gangguan tidur punya risiko dua kali lipat untuk menderita kanker prostat!

Kanker Prostat

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mengatakan bahwa 15 dari 100 orang berusia di atas 60 tahun akan menderita kanker prostat dalam waktu 30 tahun. Artinya CDC beranggapan bahwa usia merupakan faktor utama berkembangnya kanker prostat. Tetapi para ahli juga beragumen bahwa dengan bertambahnya usia tidur seseorang akan semakin pendek dan terganggu.

Sampai saat ini, bukti-bukti bahwa proses tidur berperan dalam berkembangnya kanker terus bertambah. Walau masih banyak perdebatan tentagn proses dan jalan berkembangnya penyakit, tetapi semua setuju bahwa tidur yang sehat mutlak diperlukan sebagai tindakan pencegahan tumbuhnya sel kanker.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: