Sleep Apnea Kurangi Performa Latih

Penelitian yang dipublikasikan pada the Journal of Clinical Sleep Medicine, menyebutkan bahwa orang yang mendengkur tidak dapat secara efisien membakar kadar oksigen tinggi selama latihan aerobik. Akibatnya ketika dibandingkan dengan non-pendengkur, pendengkur memiliki performa latih yang lebih buruk.

Sleep Apnea

Sleep apnea adalah penyakit tidur yang biasa diderita oleh para pendengkur. Sleep apnea, yang artinya henti nafas saat tidur, terjadi akibat menyempitnya saluran nafas saat tidur. Jadi, walau gerakan nafas tetap ada, sebenarnya tak ada udara yang dapat lewat. Penderitanya seolah tercekik berulang kali dalam tidurnya.

Akibat sesak berulang, pendengkur akan terbangun-bangun dari tidur. Tapi mereka tidak menyadarinya, karena episode bangun tersebut amat singkat. Namun, akibat proses tidur yang terpotong-potong ini, kita sering menemui pendengkur yang bangun tak segar dan selalu mengantuk di siang hari.

Sleep apnea telah dikenali menjadi penyebab utama dari hipertensi, berbagai penyakit jantung, diabetes, stroke hingga impotensi.

Penenelitian

Para ahli percaya bahwa salah satu parameter risiko stroke dan serangan jantung adalah dengan mengukur kapasitas performa latih berupa uji latih jantung-paru (Cardio-Pulmonary Exercise Test, CPET). Yang diukur adalah VO2 max, yang artinya, kadar oksigen maksimum yang dibakar seseorang saat latihan fisik berat, seperti bersepeda.

Penelitian yang dilakukan di University of California San Diego ini membandingkan penderita sleep apnea dan yang sehat. Semua peserta sebelumnya dilakukan pemeriksaan tidur untuk menentukan derajat sleep apnea yang diderita. Seluruhnya terdapat 15 orang pria dan wanita yang menderita sleep apnea derajat sedang hingga berat, serta 19 orang pendengkur tanpa sleep apnea dan sleep apnea derajat ringan.

Kesemuanya diukur saat beristirahat, bersepeda, dan terus ditingkatkan resistensinya sampai batas kelelahan maksimal. Hasilnya, kadar VO2 max pendengkur yang menderita sleep apnea ternyata lebih rendah dibanding yang sehat.

Para peneliti menyimpulkan bahwa kemampuan latih penderita sleep apnea ternyata lebih buruk dibandingkan pendengkur biasa. Yang artinya risiko untuk menderita penyakit jantung dan stroke juga lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: