Rawat Ngorok Jika Tak Mau Serangan Jantung Berulang

Mereka yang telah menjalani terapi angioplasti koroner untuk membuka penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah disarankan untuk menjalani perawatan mendengkur.

Demikian menurut sekelompok peneliti dari Rumah Sakit Pusat Kobe, Jepang. Ditemukan bahwa jika mendengkur dan gangguan nafas saat tidur diabaikan, pasien yang telah mengalami sumbatan arteri koroner beresiko mengalami serangan jantung atau stroke sampai dua kali lipat.

Mengapa? Mendengkur merupakan tanda terjadinya penyempitan saluran nafas saat tidur. Akibatnya saluran nafas tersumbat dan secara berkala mengakibatkan penurunan kadar oksigen.

Sleep apnea atau henti nafas saat tidur terjadi ketika seseorang pendengkur tidur. Di antara dengkuran suara berisik terhenti, dan nafas tampak berat. Saat ini saluran nafas tersumbat, dan penderita seolah tercekik dalam tidur.

Dalam kondisi tersebut oksigen turun drastis. Karena sesak, penderita akan tersedak untuk mengambil nafas tiba-tiba. Jika dilihat gelombang otak tidurnya, pendengkur terbangun singkat tanpa terjaga.

Bayangkan jika ini terjadi berulang kali sepanjang malam. Akibatnya oksigen turun naik, dan pendengkur terpotong-potong proses tidurnya. Pendengkur akan merasa tak segar dan terus mengantuk sepanjang hari walaupun durasi tidurnya cukup. Inilah yang disebut dengan hipersomnia, kantuk berlebihan.

Proses terbangun-bangun dan turun naiknya oksigen akan memicu respon inflamasi yang bersifat merusak bagi kesehatan jantung.

Henti nafas pada sleep apnea bisa berlangsung bervariasi sepanjang malam. Sepuluh detik hingga puluhan detik. Bayangkan betapa merusaknya kondisi henti nafas saat tidur ini.

Penelitian yang diterbitkan pada the Journal of the American Heart Association Juni 2016, melihat data dari 241 pasien yang telah jalani prosedur pembukaan sumbatan arteri jantung. Kesemuanya kemudian menjalan pemeriksaan tidur yang merekam aliran udara dan fungsi-fungsi nafas saat tidur. Didapati 52,3 persen pasien ternyata juga menderita sleep apnea.

Pasien-pasien tersebut diikuti selama 5 tahun. Sejumlah 21,4 persen dari yang mendengkur ternyata alami serangan pada pembuluh darahjantung atau otak, dibandingkan dengan 7,8 persen pada non pendengkur. Sementara, resiko kematian didapati meningkat hingga tiga kali lipat pada pendengkur.

Para ahli tersebut menutup publikasinya dengan seruan agar para dokter mulai mengevaluasi kebiasaan tidur pasien-pasien dengan masalah jantung dan stroke. Tak sulit, cukup tanyakan kebiasaan mendengkurnya saja. Biasanya pasangan pasienlah yang langsung mengamini.

Iklan

2 Tanggapan

  1. Perkenalkan dok nama saya Adhika.. Maaf dok saya mau tanya, saya punya anak laki2 umur 3 tahun 7 bulan. Kalau tidur ngoroknya kenceng bgt sampai saya dan iatri saya merasa ada yg kurang pas sama tidur anak saya dan memang beberapa kali dia terbangun karena susah nafas. Pernah sama istri saya dibawa ke dokter spesialis THT katanya karena ada pembengkakakan amandel dia dok dan dokter tht tsb menyarankan untuk diambil saja amandelnya, namun sampai skg saya dan oatri nelum bera i ambil keputusan twesebut dok. Oia dok anak saya juga punya riwayat alergi, kmrn sama dokter yg sama di kasih therapy aerius selama 2 atau 3 bulan (saya tdl ingat detilnya krn yg handle istri saya) dan anak saya juga punya riwayat kejang kalau pas demam tinggi diataa auhu 39 derajat celcius. Yang mau saya tanyakan apakah anak saya menderita sleep apnea dok? Apakah bisa disembuhlan dok? Cara penyembuhannya bagaimana ya dok? Soalnnya poaisi anak dan istri saya tinggal di semarang dok, dan sekalian saya tanya perkiraan biayanya berapa ya dok untuk pengobatan sleep apnea? Apabila dokter tidak berkeberatan mungkin bisa membwrikan advice ke saya perihal permasalahan anak saya tsb diatas dok. Ini email saya dok ahardhanu@gmail.com. Terimakaaih atas perhatiannya dok.

    • Ya, memang kemungkinan anak Anda derita sleep apnea. Perawatan sleep apnea, memang ditujukan pada amandel dan adenoid. Tapi sebelumnya hrs dipastikan dulu sleep apnea nya lewat pemeriksaan tidur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: