Gangguan Tidur Berakibat Buruk Bagi Penderita Jantung

Sebuah presentasi pada acara tahunan the Council on Cardiovascular Nursing and Allied Professions (CCNAP) dari the European Society of Cardiology (ESC) di Norwegia, menungkapkan bahwa pasien-pasien payah jantung dengan masalah tidur membutuhkan perawatan di rumah sakit hingga dua kali lipat dibanding dengan pasien yang baik tidurnya.

Penelitian yang melibatkan 500 orang penderita payah jantung (heart failure) ini dilakukan di Swedia. Pasien yang dirawat di rumah sakit karena payah jantung dicatat kemudian diberi pertanyaan-pertanyaan tentang kualitas tidurnya. Setahun kemudian, para pasien ini dicatat berapa kali dan berapa lama ia dirawat di rumah sakit.

Para ahli menemukan ada 215 (43%) pasien yang memiliki masalah tidur, setelah pulang dari rumah sakit pertama kali. Sepertiganya terus memiliki masalah tidur selama 12 bulan rentang penelitian.

Setelah diikuti selama setahun, didapati bahwa pasien-pasien yang sepanjang tahun alami gangguan tidur memiliki risiko dua kali lipat untuk kembali dirawat di rumah sakit akibat penyakit jantung dibanding pasien tanpa masalah tidur.

Dari 284 pasien tanpa masalah tidur, 14%-nya mengalami masalah tidur selama rentang 12 bulan penelitian. Ada kecenderungan bahwa pasien-pasien ini akan alami perawatan kembali di rumah sakit akibat penyakit jantung dibanding pasien tanpa gangguan tidur. Walau temuan ini diakui para peneliti tidak signifikan, risikonya tidak bisa diabaikan begitu saja.

Setiap kejadian atau gangguan tidur menjadi penting. Mulai dari jadwal tidur, kesulitan tidur, kantuk berlebihan hingga dengkuran harus diperhatikan. Tak semua gangguan tidur itu insomnia, dan tak semua gangguan tidur dapat diatasi dengan obat tidur. Kita juga mengenal adanya hipersomnia atau kantuk yang berlebihan walau cukup tidur. Ketika seseorang terus mengantuk dan tidur lebih banyak, kita harus waspada, apalagi jika ia mendengkur. Dengkuran pasien justru sangat berbahaya bagi kesehatan jantung. Pasien yang mendengkur perlu pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium tidur untuk memastikan adanya henti nafas saat tidur atau ngorok biasa.

Baik insomnia maupun hipersomnia, Sementara ini, para ahli sepakat bahwa kesehatan jantung diperburuk oleh gangguan tidur lewat mekanisme peningkatan sel-sel inflamasi dan respon stres. Pahami bahwa gangguan tidur juga sebabkan stres bagi tubuh penderitanya.

Bagi pendengkur, risiko penyakit jantung dan pembuluh darah jadi berlipat ganda akibat henti nafas yang dialami. Disamping peningkatan aktivitas inflamasi, turun naik oksigen serta kerja jantung yg meningkat saat tidur juga berperan.

Melihat hasil survey ini, para peneliti menekankan bahwa kesehatan tidur harus diperhatikan pada pasien-pasien penyakit jantung. Pasien harus ditanyakan, bahkan diperiksakan tentang kesehatan tidurnya. Penderita penyakit jantung serta keluarga juga sebaiknya mengutarakan pada dokter tentang kebiasaan atau masalah tidurnya.

Referensiana SindoTV

image

image

7 Mitos Tidur

Kita harus tidur 8 jam setiap hari.

Ini pemahaman yang paling sering ditemui. Angka 8 jam didapatkan dari penelitian Thomas Wehr di tahun 90-an dimana subyek selama 14 jam sehari dikondisikan dalam suasana gelap tanpa bantuan cahaya buatan. Hasilnya memeasuki minggu keempat pola tidur mereka menetap menjadi 4 jam tidur, bangun 1-2 jam, lalu tidur 4 jam lagi. Tetapi jumlah total tidur 8 jam sehari terlanjur tertanam di otak masyarakat.

Tahun 2001, seorang ahli sejarah Roger Ekirch menuliskan hal yang senada dari penelitiannya selam 16 tahun. Manusia tidur 4 jam setelah 2 jam matahari terbenam, lalu bangun selama 2 jam dan akhirnya tidur lagi selama 4 jam.

Nyatanya kini dengan adanya pencahayaan buatan dan dorongan kehidupan sosial, pola tidur kita sudah amat jauh dari nenek moyang kita. Akankah pola tidur kita akan berevolusi menyesuaikan dengan perkembangan jaman? Atau kesehatan dan produktivitas kita akan terus tergerus akibat kebutuhan tidur yang tak pernah tercukupi?

Habis makan kenyang mengatuk.

Setiap jam kita terjaga merupakan hutang tidur yang menyebabkan kantuk. Tapi hutang tidur tak sendirian mengontrol tidur. Ada juga jam biologis yang berdetak dalam diri membantu menentukan saat-saat kita lapar, harus buang air dan juga saat-saat kita aktif dan mengantuk.

Jam biologis dan hutang tidur berlomba-lomba mengontrol kita. Pada saat kita bangun pagi, dengan hutang tidur minimal dan jam biologis yang mulai menanjak kita merasa segar bugar. Semakin siang hutang tidur bertambah tetapi dengan jam biologis yang tinggi, kita merasa segar bugar.

Setelah makan siang dengan jumlah hutang tidur yang agak tinggi, jam biologis kita menurunkan keterjagaannya hingga kita mengantuk. Saat ini biasa disebut dengan after lunch circadian dipping.

Hutang tidur bisa dibayar lunas.

Jam biologis kita amat peka cahaya. Ini alasannya nenek moyang kita sebelum adanya cahaya buatan, jarang mengalami gangguan tidur seperti sekarang. Kini ada gangguan tidur tersendiri yang dulu tak ada: Gangguan jam biologis.

Dengan pergeseran pola tidur dan dorongan kehidupan sosial, manusia kini banyak mengalami kekurangan tidur. Kurang tidur ini juga disebut sebagai hutang tidur. Hutang tidur yang hebat akibat kekurangan tidur akan mengalahkan jam biologis. Akibatnya kita tetap mengantuk sepanjang hari.

Masalahnya, hutang harus dibayar. Dengan tidur siang? Tidur lebih banyak di akhir pekan? Tidur lebih awal?

Kemampuan tidur siang akan berkurang seiring dengan pertambahan usia. Jika dewasa muda bisa tidur 2-3 jam di siang hari, sementara orang yang lebih tua hanya bisa tidur 20 menitan saja.

Bagaimana jika tidur lebih awal saja, karena malam kemarin kurang tidur? Boleh saja, tetapi waspadai perubahan pola tidur. Tidur akan lebih mudah jika kita rutin tidur teratur dengan jadwal yang kurang lebih sama. Lagi pula sedikit hutang tidur, malah membantu kita tidur lebih nyenyak di malam berikutnya kok.

Tidur awal, dan bangun sepagi mungkin adalah yang terbaik

Kita sering mendengar nasehat seperti ini. Dari mana? Dari orang-orang tua kita.Tapi pahami juga bahwa pada era mereka, akses listrik dan cahaya buatan masih sangat terbatas. Jam biologis bisa dikatakan masih amat peka terhadap siklus gelap dan terang alami.

Cahaya dan denyut kehidupan 24 jam tak bisa dihindari mempengaruhi pola tidur kita. Beberapa penelitian tunjukkan bahwa kita tidur 2 jam lebih sedikit dibanding nenek moyang kita.

Pergeseran pola tidur paling dirasakan oleh remaja-dewasa muda. Usia mereka membutuhkan tidur 8,5-9,25 jam sehari. Dengan hilangnya pola tidur sore seperti nenek moyang kita, dewasa muda hanya tidur di malam hari saja. Jam biologis mereka memberikan rasa kantuk mendekati tengah malam. Padahal kehidupan masa kini menuntut mereka untuk tetap bangun pagi!

Tidur awal dan bangun pagi bagi dewasa muda memiliki perbedaan. Bangun jam 7:30 pagi bagi seorang remaja, sama rasanya dengan orang tuanya bangun pada jam 5:00 pagi. Jika orang tua bangun jam 5:00 pagi dengan rasa segar bugar penuh vitalitas, anak-anak muda ini bangun dengan rasa mengantuk, berkabut dan tak segar. Bangun jam 5:00 pagi bagi dewasa muda sama seperti jika orang tuanya bangun jam 2:00-3:00 dini hari.

Tidur hanya membutuhkan kedisiplinan.

Sedangkan untuk tidur memang dibutuhkan kedisiplinan. Disiplin untuk menjaga jadwal tidur, disiplin untuk mempersiapkan tidur, disiplin untuk mematikan semua alat komunikasi dan monitor beberapa menit sebelum tidur, dan displin-disiplin lainnya. Tetapi seperti tulisan di atas tadi, kedisiplinan ini perlu juga mempertimbangkan jadwal dan jam biologis.

Siapa pun sebaiknya sudah mematikan alat-alat yang memancarkan cahaya satu jam menjelang tidur. Dewasa muda sebaiknya sudah mematikan alat-alat komunikasi sejak jam 10 malam. Kekurangan tidur dan smartphone yang tetap menyala menjadi penyebab sleeptexting pada remaja.

Disiplin agar tidur seturut jadwal yang sesuai dengan jam biologis. Memaksakan tidur terlalu sore pada remaja akan percuma saja, tanpa perhatikan jam biologisnya. Jika mau menggeser jam tidur remaja, ada caranya tersendiri. Majukan 15 menit setiap 2 malam. Jangan langsung geser 1-2 jam.

Mengantuk adalah kemalasan.

Mengantuk bukanlah kemalasan. Mengantuk menunjukkan kebutuhan akan tidur belum terpenuhi. Itu saja.

Kantuk tentu menurunkan produktivitas. Hanya tidurlah yang dapat mengembalikan dan menyegarkan kemampuan kognitif-mental kita. Dengan tidur pula emosi kita seperti disegarkan hingga lebih positif. Jadi sebenarnya, menjaga tidur tetap sehat sebenarnya justru meningkatkan produktivitas.

Kafein dan berbagai minuman penambah energi hanya menunda kantuk. Terkadang memang kita perlukan, tetapi apakah harus terus menerus?

Sayangnya lagi orang belum banyak yang tahu bahwa ada juga gangguan tidur yang sebabkan orang selalu mengantuk. Sebutannya adalah hipersomnia. Gangguan tidur itu antara lain narkolepsi, sleep apnea, periodic limb movements in sleep dan lain-lain.

Mendengkur tanda tidur yang lelap.

Sebaliknya orang yang ngorok biasanya tidur tak lelap. Mendengkur yang merupakan tanda dari sleep apnea atau henti nafas saat tidur. Henti nafas terjadi akibat saluran nafas yang melemas dan menyempit saat tidur. Walau gerakan nafas tetap ada, udara tak ada yang dapat lewat. Dalam keadaan sesak, mekanisme pertahanan tubuh akan membangunkan otak sejenak, untuk mengambil nafas. Setelahnya penderita langsung kembali tidur.

Walau mengalami henti nafas ratusan kali penderita sleep apnea tak pernah ingat kalau dirinya terbangun-bangun dari tidur. Tetapi ia bangun tak segar dan terus mengantuk di siang hari biarpun tidur sudah cukup lama.

Tanpa ia sadari, berbagai penyakit pun menghinggapi sebagai konsekuensi mendengkur seperti, hipertensi, diabetes, gangguan jantung, impotensi hingga stroke. Mendengkur adalah gangguan tidur paling berbahaya tapi paling diabaikan masyarakat kita.

dr. Andreas Prasadja, RPSGT

 

Cek Insomnia Saat Anda Terjaga!

Waktu menunjukkan pukul 00.05. Anda terbaring di tempat tidur, menatap langit-langit, berusaha untuk terlelap. Trik-trik meditasi yang pernah Anda baca di buku yoga, seperti melemaskan otot dan mengosongkan pikiran, tidak ada yang berhasil membuat Anda tertidur. Tapi jangan khawatir jika Anda seprti burung hantu, selalu terjaga ketika yang lain sedang tenggelam dalam mimpi. Anda tidak sendirian, kok.

Menurut dr. Andreas Prasadja, sleep scientist, waktu produktif orang dewasa muda memang justru di malam hari. Banyak yang menyalahartikan kesulitan tidur di malam hari sebagai insomnia. Padahal, indikasi insomnia atau gangguan tidur  justru terlihat saat seseorang terjaga. Jika seseorang tidak nyaman saat bangun tidur, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, atau mengantuk berlebihan, berarti dia mengalami insomnia. Kalau seseorang terjaga sepanjang malam, tapi bisa tidur nyenyak di waktu lain, dia tidak menderita insomnia.

Perbedaan waktu tidur dikarenakan jam biologis manusia yang berbeda-beda. Makin bertambahnya usia, kebutuhan jam tidur akan  makin menurun. Usia 30 tahun ke atas butuh maksimal 8 jam tidur. Sedangkan orang dewasa muda membutuhkan waktu tidur 8-9,5 jam, dan waktu produktif mereka adalah malam hari.

Sayangnya, hal ini terbentur ritme kehidupan yang mengharuskan kebanyakan orang untuk mulai beraktivitas di pagi hari sampai malam. Yang bekerja di pusat Kota Jakarta dan tinggal di luar kota, terpaksa mengorbankan waktu tidur karena harus berangkat subuh dari rumah dan pulang ke rumah larut malam. Akibatnya, banyak orang usia produktif yang mengalami kekurangan tidur atau sleep deprivation. Masalahnya, tidak ada satu pun obat yang dapat menggantikan manfaat tidur!

Penting juga untuk diingat, bahwa ekurangan tidur berdampak pada tiga hal:

  1. Memperlemah kinerja otak dan menurunkan kemampuan kognitif. Banyak orang yang ingin meningkatkan produktivitas dengan mengurangi jam tidur (lembur). Padahal, tindakan ini justru kontraproduktif. Dalam kondisi kurang tidur, orang akan cenderung susah konsentrasi dan tidak teliti.
  2. Tidur yang cukup terbukti mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
  3. Memperbesar risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Sudah terbukti kan, banyak sekali kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat kelalaian pengemudi yang ngantuk.

Primarita S Smita

link: http://www.femina.co.id/issue/issue_detail.asp?id=812&cid=2&views=9

Mengigau Tanda Tubuh Kurang Istirahat

image

Yuri Arcurs/Shutterstock

Mengigau merupakan acuan jika tubuh kekurangan waktu beristirahat. Yang jelas, menggigau bukanlah curhat seseorang ketika tertidur.

“Kondisi tubuh yang terlalu lelah membuat mekanisme otak jadi kacau. Omongan orang yang sedang menggigau juga tidak ada kaitannya dengan dunia nyata, perasaan yang dipendam, ataupun masalah yang sedang ia hadapi,”ujar sleep technologist dari Sleep Disorder Clinic, RS Mitra Kemayoran Dr. Andreas Prasadja, RPSGT.

Andreas menjelaskan bahwa sebagian otak dalam kondisi terjaga pada saat menggigau terjadi. Bagian otak yang terjaga tersebut hanya cukup untuk membuat seseorang tersebut bicara.

Sedangkan separuh bagian dari otak berada dalam kondisi tidur atau tidak sadar. Itulah sebabnya orang menggigau omongannya ngawur. Kejadian ini biasanya dialami oleh anak kecil.

Menurut American Academy of Sleep Medicine, di Amerika, menggigau terjadi pada hampir 50 persen anak berusia dibawah 10 tahun. Menggigau juga biasanya akan menghilang ketika anak beranjak dewasa.

“Jika masih sering terjadi ketika seseorang sudah dewasa, bisa jadi orang tersebut sangat kekurangan waktu tidur,” imbuh Andreas.

Kurang tidur ini tak boleh dianggap remeh. Sebab bisa menimbulkan berbagai efek tidak langsung yang berbahaya bagi jiwa orang tersebut.

“Tak hanya mendengkur, coba bayangkan jika Anda menyetir kendaraan dalam keadaan ngantuk. Bisa nabrak,” kata Andreas.

Karenanya, Andreas menyarankan agar tiap orang mematuhi anjuran durasi tidur selama delapan jam perhari. Kalau tidak bisa, tebuslah waktu tidur di malam berikutnya atau lakukanlah tidur siang. (mic)

link: http://sehatnews.com/berita/3992-Mengigau-Tanda-Tubuh-Kurang-Istirahat.html

Anda Mengantuk ?

Mengantuk itu bukan sifat pemalas, itu artinya Anda butuh tidur lebih banyak. Jika tidur sudah cukup, Anda tidak akan merasa mengantuk dan produktivitas juga akan meningkat.

Nah, berikut ini adalah tanda Anda membutuhkan tidur:

  1. Anda membutuhkan alarm untuk bangun. Jika sudah cukup tidur, Anda dapat bangun tepat waktu tanpa perlu alarm. Apabila Anda memerlukan beberapa kali bunyi alarm sampai akhirnya bangun, berarti kekurangan tidur cukup parah!
  2. Mengendara sambil mengantuk. Apapun moda kendaraannya, mengendara merupakan aktivitas monoton yang memicu kantuk. Namun penyebabnya sendiri jelas tidur yang kurang. Mengendara saat mengantuk merupakan penyebab utama kecelakaan lalu lintas.
  3. Sering berdekatan dengan coffee maker. Menikmati aroma kopi di pagi hari memang nikmat, tetapi jika sepanjang hari membutuhkan kafein untuk tetap beraktivitas jelas ada yang salah dengan tidur Anda.
  4. Sering membuat kesalahan. Ketika lelah dan mengantuk tentu saja jadi sulit berkonsentrasi. Ketelitian juga menurun drastis, akibatnya satu pekerjaan jadi tertunda akibat kesalahan-kesalahan yang dibuat.
  5. Jadi pelupa. Keadaan kurang tidur akan menurunkan kemampuan mengingat, terutama ingatan jangka pendek seperti lupa menaruh kunci, lupa akan janji temu atau isi rapat.
  6. Anda mudah tersinggung dan marah. Kurang tidur juga menyebabkan mood kita terganggu. Akibatnya kita mudah jatuh dalam kondisi depresi, cemas atau frustasi.
  7. Sering sakit. Daya tahan tubuh hanya bekerja optimal pada saat tidur. Tanpa tidur yang cukup, tubuh akan sulit untuk melawan berbagai virus dan kuman.

Kurang tidur harus dipahami sebagai sebuah keadaan, bukan hanya kurangnya jam tidur. Kondisi kurang tidur bisa juga dialami oleh orang yang sudah cukup tidur, namun kualitas tidurnya yang kurang. Orang-orang ini merasakan gejala-gejala di atas, tapi tidurnya sudah cukup. Ini disebut sebagai kantuk berlebihan atau hipersomnia. Mereka selalu mengantuk dan lelah walau sudah cukup tidur.

Sindrom Tungkai Gelisah, kurangi kualitas tidur

Majalah Kartini, No.2268 / 15-29 April 2010

Gangguan tidur ada 99 macam. Sayangnya gangguan-gangguan itu kebanyakan tidak terdiagnosa, hingga keluhan terus bertambah hebat. Da samping insomnia, gangguan tidur juga sering terjadi ialah restless legs syndrome (RLS) atau yang disebut juga sebagai sindrom tungkai gelisah.

Gangguan ini terjadi di waktu malam hari saat seseorang akan tidur. Kondisi ini membuat penderita susah tidur. Biasanya penderita akan merasa tidak nyaman pada salah satu atau kedua kaki. Pada setiap orang keluhannya berbeda-beda. Ada yang merasa pegal, sakit, ngilu, nyeri, kesemutan, gatal, atau terasa ada yang merambat di kaki.

Keadaan tidak nyaman pada kaki tersebut merupakan keluhan khas RLS. Pada saat akan tidur, pasien mengalami rasa tidak enak pada kaki yang membuatnya harus menggerak-gerakkan atau berjalan terlebih dahulu. Bila pasien merasa nyaman , pasien akan kembali ke tempat tidur. Rasa nyaman pada kaki itu tidak berlangsung lama, sebab kejadiannya akan terulang lagi. Pada penderita susah tidur, biasanya kakinya akan bergerak setiap 8-10 detik. Dan setiap kali kaki bergerak, membuat penderita tersadar, walaupun tidak sampai terjaga.

Kebanyakan Menyerang Wanita

Penelitaian terhadap gangguan ini di Indonesia belum ada. Namun di luar negeri, seperti Singapura dan Australia, gangguan ini sudah diteliti sejak lama dan dialami sekitar 5% dari jumlah penduduknya.

Dari jumlah tersebut, penderita gangguan ini kebanyakan adalah wanita muda serta ibu hamil yang kekurangan zat besi dan vitamin B12. Kondisi kekurangan zat besi dan vitamin B12 ini hampir selalu dialami wanita pada umumnya. Kekurangan zat besi itu lantaran setiap wanita mengalami menstruasi. Banyaknya darah yang keluar setiap bulan saat menstruasi itu secara tidak langsung mempengaruhi jumlah zat besi. Karena itu wanita muda harus selalu memerhatikan kebutuhan zat besi di dalam tubuhnya.

Disamping menyebabkan gangguan ini, kekurangan zat juga dapat membuat wanita menderita anemia. Anemia ditandai wajah pucat, mudah letih, mata berkunang-kunang saat berdiri dari duduk, dan malas saat bekerja.

Pemenuhan kebutuhan zat besi itu bisa dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang kaya kandungan zat besinya, seperti daun papaya, bayam, daun singkong. RLS juga rentan menyerang lanjut usia, orang yang memiliki gangguan persarafan, payah ginjal, dan pasien yang sedang menjalani cuci darah.

Produktivitas Kerja Menurun

Akibat sering tersadar waktu tidur, selain waktu tidurnya terpotong, kualitas tidur menjadi kurrang baik. Pagi hari sehabis bangun tidur, tubuh tidak bugar melainkan keletiahan. Kondisi itu membuat aktivitas pada pagi harinya terganggu sehingga tidak optimal. Karena mengantuk dan tubuh kurang bugar, maka tidak akan maksimal saat bekerja. Akibatnya, produktivitas kerja akan menurun.

Dampak lainnya ialah depresi. Bila terus dibiarkan, gangguan itu bisa menyebabkan depresi. Ada pasien depresi yang tidak bisa tidur beberapa waktu. Bayangkan, apa akibat dari tidak bisa tidur dalam jangka waktu panjang. Semua aktivitasnya jelas terganggu.

Untuk meringankan gangguan ini, cara sederhana bisa dilakukan seperti :

  • Pemijatan kaki menjelang tidur
  • Rendam kaki dalam air hangat
  • Memakai kaos kaki ketat
  • Kaki dikompres dengan air hangat atau dingin
  • Atur jadwal tidur dengan teratur
  • Untuk melancarkan aliran darah, perlu olahraga teratur
  • Lakukan pengobatan komplementer, seperti perana, yoga, dan akupuntur. Pengobatan-pengobatan jenis ini dilaporkan dapat membantu mengurangi gangguan.
  • Selain pengobatan komplementer, ada juga suplemen yang dilaporkan mampu meminimalisir gangguan, yaitu zat besi dan asam folat. Namun sebelum mengonsumsi suplemen-suplemen tersebut, penderita disarankan untuk mengonsultasikan terlebih dulu dengan dokter.

Bila gangguan dirasa sudah terlampau mendorong dan tidak mungkin lagi ditolong dengan cara-cara tersebut di atas, harus dibantu dengan pemakaian obat-obatan. Pemakaian obat tidak pperlu dalam jangka waktu panjang. Jika gangguan sudah berkurang, obat bisa dihentikan. Pada saat pengobatan itu, dokter juga akan mencari penyebabnya. Jika penyebabnya diketahui, misalnya kekurangan zat besi, maka dokter akan memberikan tambahan zat besi. Bila kebutuhan zat besi sudah dipenuhi maka gangguan itu akan hilang sendiri.