Gangguan Tidur Bisa Sebabkan Serangan Jantung

Selasa, 24 Februari 2009 | 21:14 WIB
JAKARTA, SELASA – Meski kelihatannya remeh, mendengkur ternyata dapat menjadi pertanda buruk.

 

Mendengkur atau ngorok merupakan ciri penyakit gangguan tidur yang disebut Sleep Apnea. Jika dibiarkan berlarut, dapat menyebabkan penyakit yang berbahaya, seperti jantung, stroke, diabetes dan hipertensi.

“Secara harfiah sleep apnea dapar diartikan henti napas saat tidur,” terang Dr, Andreas Prasaja, seorang sleep scientist.  

Pukul 0.3.00-0400 adalah waktu yang paling enak untuk tidur. Saat itu orang masuk dalam status tidur dalam atau REM (rapid eye movement). Pada saat ini, ada sistem pengaman tubuh yang dilumpuhkan. Akibatnya, henti napas akan makin panjang. Dengan begitu, beban jantung akan semakin berat. “Kalau tidak kuat maka dapat terkena serangan jantung pada saat tidur, dan meninggal,” terang Andreas.

Gejala awal dari sleep upnea adalah adalah mendengkur, sering buang air keci di malam hari, mulut terasa asam karena asam lambung meningkat, dan sering terbangun di malam hari karena tersedak akibat henti nafas.

Akibat yang paling ringan dari sleep apnea adalah turunnya produktivitas karena kualitas tidur yang buruk. Kualitas tidur yang buruk menyebabkan tidak segarnya tubuh saat bangun. Akibatnya konsentrasi akan menurun saat bekerja karena orang akan mengantuk sepanjang hari.

Sleep apnea, menurut Andreas terjadi akibat menyempitnya jalan nafas. Di luar negeri penyebab utama penyempitan saluran napas biasanya kegemukan dan lemak yang menumpuk di seputar leher. Namun di Indonesia, penyempitan saluran napas bisa terjadi akibat bentuk rahang yang sempit dan bentuk leher yang pendek. “Dengan karakteristik seperti itu, kita tidak perlu menjadi gemuk untuk menjadi sleep apnea,” jelas Andreas.

Seberapa parah gangguan ini dapat diketahui dari frekeuensi henti napas yang terjadi per jam. Apnea Hypopnea Index bisa digunakan. Jika henti nafas seseorang antara nol sampai lima per jam, itu masih normal. Bila 15-30 kali dalam satu jam, termasuk sedang. Berat, jika ia sudah terhenti nafasnya lebih dari 30 kali dalam satu jamnya.

Tidak ada obat untuk gangguan tidur. Selain operasi untuk membuka saluran napas, alat yang disebut Continuous Positive Air Way Pressure ( CPAP) dapat menyelesaikan masalah. “Ini adalah alat yang memberikan dorongan untuk membuka saluran pernafasan yang menyempit,” jelas Andreas.

CPAP mirip masker yang dilengkapi tabung kecil untuk memompa udara bertekanan positif ke dalam saluran pernapasan, bentuknya sangat fleksibel sehingga tidak menggangu tidur. Untuk mencegah terjadinya sleep apnea datang kembali, CPAP ini sebaiknya digunakan selama tidur.

Penulis: C5-09

link: http://kesehatan.kompas.com/read/2009/02/24/2114184/gangguan.tidur.bisa.sebabkan.serangan.jantung

Ngantuk terus Pertanda Apa? – Majalah Femina 42/2010

Pagi atau siang hari, saat seharusnya berkonsentrasi pada pekerjaan, Anda malah mengantuk. Anda tak sendirian, coba perhatikan sekitar Anda. Di kantor, kampus, kendaraan, banyak orang terkantuk-kantuk. Kantuk memang bisa karena kurang tidur, tapi dapat juga merupakan gejala penyakit tersendiri.

KANTUK: SINYAL TUBUH

Saat mengantuk di siang hari, menurut dr. Andreas Prasadja, RPSGT dari Klinik Gangguan Tidur RS Mitra Kemayoran, perhatikan, jam berapa kantuk itu datang. Bila setelah jam makan siang, wajar jika kita sedikit mengantuk. Hal ini disebabkan oleh jam biologis kita menurunkan kesiagaannya. Ini disebut after lunch circadian dipping.

Tapi, waspadai jika ini terus-menerus terjadi. Menurut dr. Dante Saksono Herbuwono, SpPD Endokrin dari Divisi Metabolik Endokrin RSCM, kantuk bisa jadi merupakan salah satu gejala prediabetes. Setelah makan, tubuh mengalami hiperinsulinemia (berlebihannya insulin), sehingga kadar gula darah turun drastis. Untuk itu, amatilah gejala prediabetes, seperti mudah haus dan sering ingin buang air kecil. Jika dibiarkan, prediabetes bisa menjadi diabetes. Namun, untuk memastikannya, jalani dulu pemeriksaan darah.

Gampang mengantuk, atau cepat lelah dan lesu, juga merupakan salah satu gejala anemia (kekurangan sel darah merah). Karena anemia, suplai oksigen ke seluruh tubuh oleh sel darah merah, terganggu. Padahal, oksigen adalah salah satu unsur penting untuk menghasilkan energi. Untuk mengetahuinya, Anda harus melakukan pemeriksaan darah. Jika hasilnya oke, bisa jadi Anda mengantuk karena memang kurang tidur atau kualitas tidur Anda buruk.

Jangan sepelekan tidur. Daya tahan tubuh hanya bekerja optimal saat kita tidur. Tidur penting untuk menjaga kemampuan kognitif dan stabilitas emosi agar kita tetap produktif.

Tidur pun berperan penting dalam proses perbaikan sel-sel tubuh yang rusak. Pada tahap tidur lelap, tubuh mengeluarkan growth hormone. Salah satu yang paling cepat beregenerasi adalah sel kulit.  Tak heran, kurang tidur membuat kulit jadi terlihat kusam.

Kata cukup dalam hal tidur ternyata berbeda pada setiap orang. ”Kebutuhan tidur kita adalah 6-8 jam. Tetapi, kelompok usia mana? Orang dewasa umumnya membutuhkan tidur 6-8 jam. Pada trimester pertama, ibu hamil biasanya mengalami penambahan kebutuhan tidur. Misal, kalau biasanya butuh 8 jam, di masa ini ibu butuh tidur hingga 10 jam.”

Dokter Andreas mengatakan, kelompok usia remaja dan dewasa muda hingga akhir 20-an, butuh tidur lebih banyak, yakni hingga 8,5 – 9,25 jam seharinya. Menurutnya, kelompok usia inilah yang paling rentan terhadap kekurangan tidur.

Jam biologis-nya pun unik. Jika orang dewasa mulai mengantuk pada pukul 22:00, orang muda justru sedang penuh dengan vitalitas. Mereka baru mengantuk setelah lewat tengah malam. Di pagi hari, mereka sudah harus bangun untuk beraktivitas dan harus mengikuti jadwal yang tak sesuai dengan jam biologisnya.

KELEBIHAN TIDUR ATAU KANTUK BERLEBIH?

Kebiasaan orang muda melawan jam biologis terlihat ketika masuk kerja pukul 8:30 atau masuk sekolah pukul 6:30 pagi. Tak heran jika kita temui remaja yang senang belajar atau berkarya di malam hari, tetapi sebaliknya, bangun kesiangan.

Atau, sering juga kita temui staf muda yang terkantuk-kantuk di tengah rapat. Jika Anda berusia 26 tahun, dan hanya tidur 6 jam, wajar jika mengantuk di siang hari. Ini bukan kemalasan, tetapi pola tidur yang tak sehat. Persisnya, karena kebutuhan tubuh untuk tidur tidak terpenuhi.

Cara sederhana untuk mengetahui bahwa Anda sudah cukup tidur adalah jika ketika bangun pagi tubuh segar, dan selanjutnya tidak mengantuk seharian. Jika mau tahu berapa jam yang diperlukan tubuh, tidurlah. Jangan pasang alarm. Biarkan tubuh bangun sendiri, karena sudah merasa cukup tidur.

“Tak ada satu zat pun yang dapat menggantikan tidur,” tegas dr. Andreas. Segala rasa segar-bugar, siap menghadapi tantangan di pagi hari, hanya bisa Anda dapatkan dari tidur yang sehat. Zat-zat seperti nikotin dan kafein yang kita kenal sebagai stimulan, sebenarnya hanyalah hipnolitik. Artinya, penunda kantuk.

Mungkin ada teman Anda yang sehari-hari tampak selalu lelah, lamban, ‘lemot’ bahkan terkantuk-kantuk sehingga dicap sebagai pemalas atau ‘putri tidur’. Padahal, mereka mengaku selalu cukup tidur, bahkan berlebih. Jangan salah, tidak ada yang disebut sebagai kelebihan tidur. Yang ada, kantuk berlebih.

Saat kebutuhan tidur terpenuhi, tapi terus merasa sangat mengantuk, ini tak normal. ”Kantuk tak normal ini adalah hipersomnia atau kantuk berlebih,” jelas dr. Andreas. Ini saatnya Anda menemui dokter dan melakukan pemeriksaan tidur di laboratorium tidur. Mungkin saja masalahnya ada pada kualitas tidur.

Hipersomnia merupakan gejala dari beberapa gangguan tidur serius seperti sleep apnea, periodic limb movements in sleep, atau narkolepsi. Yang paling sering diderita namun terabaikan adalah sleep apnea. Alasannya mudah saja, karena gejalanya terbilang biasa kita temui, yaitu mendengkur. Masalah yang penting bagi kesehatan tidur bukanlah suara dengkurannya, melainkan henti napas di antara dengkuran.

”Sleep apnea artinya henti napas saat tidur. Ini terjadi karena saluran napas menyumbat secara periodik selama Anda tidur. Karena sesak, biasanya penderita akan terbangun tanpa terjaga. Ia tak sadar atau tak ingat. Akibatnya, si penderita bangun dengan rasa tak segar tanpa tahu sebabnya. ”Agar tak membahayakan orang lain, di Inggris, penderita yang baru memeriksakan dengkurannya dilarang berkendara sampai selesai dirawat,” ungkap dr. Andreas.

Perawatan sleep apnea, menurut dr. Andreas, ditujukan untuk mengatasi henti napas sebagai pencegahan berbagai penyakit. Karena, seseorang yang menunjukkan gejala sleep apnea bisa dicurigai bahwa ia menderita sakit serius. Penyakit tersebut bisa hipertensi, diabetes, obesitas, penyakit jantung, stroke, atau bisa juga kerusakan otak. Bahkan, sleep apnea bisa menyebabkan kematian.

Sementara itu, periodic limb movements in sleep adalah gerakan-gerakan kaki secara periodik tanpa disadari saat tidur. Akibat gangguan ini, kualitas tidur bisa terganggu juga. Meski tidur sudah cukup lama, tapi tidur yang terganggu akan membuat tubuh tidak segar di saat bangun. Bila terjadi, orang tersebut bisa mengalami keletihan terus-menerus (lihat boks).

Sedangkan narkolepsi, atau sleep attack, adalah istilah medis bagi seseorang yang tiba-tiba langsung tertidur, dengan atau tanpa tanda apa pun. Mungkin Anda pernah melihatnya di adegan film, saat seorang aktor tiba-tiba tertidur saat sedang tertawa terbahak-bahak.

Tapi, ini bukan lawakan! Gangguan ini bisa menyebabkan kehidupan penderitanya sangat tak nyaman. Bayangkan jika ia tiba-tiba tertidur saat berada di keramaian atau di jalan. Baik periodic limb movements in sleep dan narkolepsi perlu ditangani oleh ahli kedokteran tidur.

OLAHRAGA, KANTUK, TIDUR
Menurut dr. Michael Triangto SpKO, spesialis kedokteran olahraga dari Slim+ Health Sport Therapy, mudah mengantuk atau tubuh seperti kurang berenergi bisa disebabkan oleh kurang berolahraga.
”Olahraga yang tepat intensitasnya adalah yang dilakukan hingga mencapai zona latihan (training zone) diri orang tersebut, dan dilakukan teratur. Jika tidak optimal, mungkin tubuh akan tetap loyo.
Atau sebaliknya, dia makin mudah mengantuk karena tubuh terlalu lelah akibat olahraga berlebihan.”

Tapi, jangan berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur. Sebaiknya berikan jarak antara olahraga dan waktu tidur minimal 3 jam. Ini berlaku bahkan untuk olahraga yoga yang punya reputasi merelakskan tubuh. Pasalnya, begitu selesai berolahraga, tubuh memproduksi adrenalin yang membuat Anda sulit tidur. Setelah beberapa lama, adrenalin menurun, tubuh akan relaks dan Anda mudah tidur. Bila dilakukan cukup cepat, yoga akan meningkatkan detak jantung dan energi.

Menurut dr. Andreas,  makin berat porsi berolahraga seseorang, maka ia  makin butuh tidur. Saat ini sedang tren melakukan bersepeda touring. Saat tubuh merasa sangat lelah setelah bersepeda, sebaiknya tidur yang cukup. ”Ini penting untuk menghindari over training yang bisa berakibat buruk bagi jantung.”

SUPAYA TIDUR NYENYAK…
• Hindari makanan atau minuman yang membuat tubuh terjaga menjelang jam tidur, misalnya kopi atau alkohol.
• Hindari minum berlebihan sebelum tidur yang membuat Anda terbangun karena ingin buang air kecil saat tidur.
• Lakukan relaksasi sebelum tidur, misalnya mandi dengan air hangat, meredupkan penerangan, memasang aromaterapi, atau mendengarkan musik yang menenangkan.
• Usahakan pergi tidur dan bangun pada jam yang sama, saat libur sekalipun.
• Jauhi hal-hal yang mengganggu tidur, seperti televisi di kamar.
• Berkonsultasi dengan dokter, jika Anda merasakan gangguan yang berhubungan dengan penyakit serius.

TANDA-TANDA TIDUR TIDAK SEHAT
• Anda selalu butuh alarm agar bisa bangun di pagi hari.
• Seharian tak bisa lepas dari kopi supaya tetap melek.
• Perlu beberapa kali membaca surel untuk benar-benar paham isinya.
• Sulit mempertahankan konsentrasi saat rapat atau seminar.
• Mengantuk saat melakukan aktivitas yang monoton, seperti menyetir kendaraan.
• Mudah terserang penyakit infeksi, seperti flu atau radang tenggorokan.
• Sensitif dan mudah marah.
• Kulit kusam dan tak segar.
• Tidak teliti, banyak membuat kesalahan.
• Sering lupa meletakkan kunci mobil atau kacamata.
• Nafsu makan tak mudah dipuaskan.
• Libido menurun.

Penulis: Nuri Fajriati (Kontributor – Jakarta)


[Dari femina 42 / 2010]

Ngantuk terus Pertanda Apa? – Issue Wanita – Femina-online.com.

Anda Selalu Mengantuk ?

Excessive Daytime Sleepiness, atau Hipersomnia dalam Bahasa Indonesia mungkin dapat dikatakan sebagai kantuk berlebih di siang hari. Ini merupakan salah satu gejala seseorang menderita gangguan tidur.

Selalu mengantuk merupakan gejala yang penting dalam mendeteksi adanya gangguan tidur. Apa saja?kantuk berlebih

Yang paling ringan, seseorang bisa saja memang kelelahan dan kurang tidur. Karena kesibukan di dunia modern, seseorang dituntut untuk produktif sehingga tidak jarang mengorbankan jadwal tidur. Tapi tahukah Anda, bahwa tidur yang kurang malah akan menurunkan produktivitas? Bahkan daya tahan tubuh pun akan berkurang.

Kemungkinan lainnya adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA) dan Periodic Limb Movements (PLMS) yang menyebabkan tidur menjadi terpotong-potong. Akibatnya kualitas tidur buruk.

Yang mungkin paling jarang ditemui adalah Narkolepsi, dimana seseorang sulit menahan dorongan untuk tidur yang selalu datang menyerang. Bahkan di siang hari saat sedang beraktifitas.

Tapi jangan cepat-cepat mengira bahwa Anda menderita gangguan tidur karena merasa lelah. Lihat faktor-faktor yang lain, seperti kecukupan vitamin, mineral dan nutrisi.

Anda mungkin mengalami kantuk berlebih, jika kebanyakan dari gejala ini Anda alami:

  • Selalu merasa lelah
  • Sering mengantuk
  • Sering tertidur dalam rapat
  • Kurang bersemangat
  • Sulit berkonsentrasi
  • Menjadi pelupa
  • Libido menurun

Tentang Tidur

Tidur adalah proses normal yang biasa kita alami setiap malam. Sedemikian biasanya sehingga dianggap sebagai bagian yang kurang penting bagi kesehatan kita.

Mitos

Ada anggapan yang keliru tentang tidur, kita menganggap tidur sebagai fase pasif dari siklus kehidupan sehari-hari. Ini salah, karena tidur sebenarnya sebuah proses yang aktif. Ini dibuktikan dengan perekaman proses-proses biologis selama tidur yang dikenal dengan sebutan Polisomnografi (PSG) namun lebih populer dengan sebutan Sleep Study, pemeriksaan tidur. Dari perekaman gelombang otak (EEG), yang merupakan bagian dari pemeriksaan tidur, para ilmuwan menemukan bermacam-macam gelombang otak yang akhirnya menjadi dasar pembagian tahapan tidur.

Kekeliruan kedua adalah dengan menganggap tidur sebagai periode yang aman. Karena selama tidur seolah kita berada dalam mode auto-pilot. Memang mekanisme pengaturan tidur diatur oleh otak secara otomatis. Tetapi beberapa gangguan dapat terjadi selama tidur, bahkan bukan tidak mungkin bisa berakibat fatal. Anda pernah mendengar ada orang yang meninggal mendadak dalam tidur?

Kedokteran Tidur

Meskipun kedokteran tidur baru berkembang 50 tahun belakangan ini saja, namun sudah banyak perkembangan yang dicapai. Proses tidur dan gangguan-gangguan tidur pun semakin banyak dikenal. Tetapi amat disayangkan bahwa pengetahuan ini tidak menyebar merata ke masyarakat luas. Banyak orang yang selalu mengantuk karena tidak tahu cara mengatur tidur sehat dengan baik. Mereka tidak menyadari mekanisme hutang tidur, dan dibiarkan menumpuk hingga pada akhirnya mengakibatkan turunnya produktivitas, buruknya pengambilan keputusan (seperti yang terjadi pada kecelakaan Chalenger), dan kecelakaan saat mengendara atau mengoperasikan alat berat.

Produktivitas, Performa dan Tidur Sehat

Atas nama produktivitas, banyak manusia modern yang mengorbankan waktu tidur untuk bekerja. Tanpa disadari mereka menumpuk hutang tidur yang akan menurunkan produktivitas di siang hari berikutnya. Untuk dapat tetap berfungsi maksimal orang-orang ini mengandalkan kopi dan berbagai suplemen berenergi yang biasanya dikonsumsi secara berlebihan dan menyebabkan terganggunya pola tidur seseorang. Pada akhirnya, hutang tidur yang ditanggung akan semakin banyak dan semakin membebani aktivitas sehari-hari.

Gejala-gejala lain seperti sakit kepala di pagi hari, kantuk berlebihan di siang hari, penurunan konsentrasi, hipertensi dan masih banyak lagi; diderita bertahun-tahun tetapi tidak pernah terpikir untuk menghubungkannya dengan gangguan tidur. Karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi saat tidur. Tahukah Anda bahwa Anda mendengkur, jika tidak diberi tahu oleh orang lain?