Bagaimana Tidur Bantu Otak Pelajari Ketrampilan Motorik

Kita telah lama tahu bahwa tidur penting sekali dalam proses belajar. Saat belajar kita membutuhkan kemampuan konsentrasi, pemahaman dan penyerapan yang baik, yang hanya disegarkan oleh tidur. Namun tak banyak yang menyadari bahwa tidur setelah belajar pun penting, karena proses konsolidasi ingatan yang terjadi saat tidur. Apalagi jika keesokan harinya menghadapi ujian, konsentrasi dan kemampuan memecahkan masalah sangat bergantung pada tidur.

Penelitian Mary Carskadon pada siswa-siswa juga tunjukkan bagaimana kecukupan tidur dapat tingkatkan prestasi olah raga dan kreativitas. Proses motorik halus yang digunakan untuk gerakan kompleks seperti ketrampilan dalam olah raga atau memainkan alat musik juga ditingkatkan pada saat tidur. Semua ketrampilan yang dilatih berulang-ulang saat terjaga seolah dipoles pada saat tidur.

Sekelompok peneliti dari Massachusetts, Taiwan, Arizona dan Boston bersama-sama melakukan penelitian baru untuk memberi gambaran bagaimana sebenarnya proses pembelajaran ketrampilan motorik ini terjadi saat tidur. Tim ini melakukan perekaman otak pada 15 orang. Selama 3 malam, 9 orang peserta tidur normal dengan direkam menggunakan magnetoencephalography untuk mengukur aktivitas otak dan polysomnography untuk merekam aktivitas tidur.

Lalu para peserta diberi tugas untuk melatih gerakan mengetuk-ngetukkan jari, yang dilakukan dengan tangan ya g tidak dominan. Artinya menggunakan tangan kiri atau bagi yang kidal dengan gunakan tangan kanan.

Peserta kemudian dibagi jadi dua kelompok. Kelompok pertama tetap terjaga, sementara kelompok kedua dipersilahkan tidur selama 3 jam. Selama tidur para peserta sekali lagi direkam dengan magnetoencephalography dan polysomnography. Setelahnya semua peserta diminta mengulang ketrampilan motorik yang baru dipelajari tadi.

Hasilnya, kelompok yang diberi kesempatan untuk tidur dapat melakukan tugas lebih baik dibanding kelompok yang tetap terjaga.

Pada hari kelima, semua peserta menjalani pemeriksaan MRI. Dengan demikian para ahli dapat melihat lokasi aktivitas oskilasi otak yang sebelumnya terekam lewat magnetoencephalography. Peneliti menemukan bahwa kelompok yang diberi kesempatan tidur memiliki perubahan oskilasi gelombang otak. Persisnya pada oskilasi delta dan fast-sigma. Perubahan ini terjadi pada supplementary motor area selama tahap tidur dalam!