Manfaat Tidur Sehat

Bagi sebagian orang, proses tidur bukanlah hal penting, bahkan dianggap tak bermanfaat sehingga harus dikurangi agar bisa memanfaatkan waktu untuk lebih produktif. Tapi ternyata berbagai penelitian 30 tahun terakhir mengungkapkan sebaliknya. Tidur justru meningkatkan produktivitas, bahkan amat penting bagi kelangsungan hidup manusia.

Para peneliti menyimpulkan ada tiga manfaat utama tidur, yaitu bagi otak, kesehatan dan keselamatan.

Tidur dan Kemampuan Kognitif

Kecukupan tidur amat penting bagi kemampuan mental dan kognitif kita. Saat kekurangan tidur, otak kita seolah berkabut dan bekerja lebih lamban. Kita cenderung membuat kesalahan lebih banyak, dibanding saat tidur kita tercukupi dengan baik. Kondisi emosi kita pun jadi buruk.

Bagi proses belajar, tidur yang sehat berperan pada saat sebelum dan sesudahnya. Kemampuan mempertahankan konsentrasi amat dipengaruhi kecukupan tidur. Saat kekurangan tidur, perhatian kita dengan mudah teralih. Kita merasa terlalu lelah untuk membaca atau berlatih. Ketika memaksakan diri pun otak seolah tak mampu menyerap pelajaran dengan baik.

Setelah belajar, tidur memegang peranan penting. Otak bekerja keras saat kita tidur. Semua ingatan dikonsolidasikan agar stabil dan dengan mudah dapat digunakan saat diperlukan. Susunan syaraf ingatan seolah disusun rapi saat tidur.

Ketika menghadapi ujian, pelajar sering kali menghabiskan waktu semalaman untuk belajar mengejar ketinggalan. Tapi belajar tanpa tidur ternyata amat merugikan. Karena melewatkan proses konsolidasi ingatan, otak jadi sulit mengingat hasil hapalan. Disamping itu otak yang lelah akan sulit mengolah berbagai pertanyaan secara kreatif, sehingga berbagai pertanyaan ‘jebakan’ tak dapat dijawab dengan baik.

Gerakan-gerakan halus yang dilatih berulang-ulang seperti menari, berolah raga atau bermain musik juga amat dipengaruhi oleh tidur. Alur-alur saraf yang dilatih akan direkam, diperhalus dan disempurnakan dalam tidur.

Tidur dan Kesehatan

Tidur pun penting bagi daya tahan tubuh. Sistem imun kita akan bekerja optimal saat tidur. Ketika kurang tidur, kita pun lebih rentan terserang penyakit infeksi. Contoh yang paling mudah adalah saat kita terserang flu, bagaimana rasanya? Kita cenderung lesu dan mengantuk. Tubuh didorong untuk beristirahat agar memberi kesempatan sistem daya tahan tubuh bekerja.

Penelitian-penelitian terkini bahkan menunjukkan bahwa kekurangan tidur kronis akan meningkatkan resiko menderita hipertensi, diabetes, gangguan jantung hingga stroke. Gangguan tidur seperti sleep apnea (mendengkur) bahkan telah dinyatakan sebagai penyebab penyakit-penyakit tersebut. Tidak seperti di masa lalu, kini dunia kedokteran juga mengamati tidur pasien untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang.

Membatasi waktu tidur dalam kurun waktu lama juga ternyata menyebabkan kegemukan. Kondisi kurang tidur akan meningkatkan nafsu makan. Persis seperti yang kita alami ketika harus menahan kantuk sepanjang malam, dorongan untuk makan jadi kuat. Ini disebabkan oleh metabolisme yang terganggu. Hormon-hormon yang mengatur nafsu makan jadi tak beraturan.

Tidur dan Keselamatan

Tahukah Anda kalau mengendara dalam keadaan mengantuk sama bahayanya dengan mengendara dalam kondisi mabuk? Bahkan kecelakaan-kecelakaan berskala besar disebabkan oleh kantuk. Sebut saja, bencana Chernobil atau kecelakaan kapal tanker Exxon Valdez. Diketahui meledaknya pesawat ulang-alik Chalenger juga ditengarai disebabkan pengawasan kurang teliti yang disebabkan oleh kekurangan tidur.

Satu dari lima kecelakaan di Amerika disebabkan oleh pengendara yang mengantuk.

Kondisi kurang tidur, ternyata juga memperburuk kemampuan kita untuk mengambil keputusan. Itu sebabnya kini para dokter pun disarankan untuk tidur cukup agar tak salah mengambil keputusan di saat-saat genting. Demikian juga dengan para perawat yang bertugas mengamati monitor pasien-pasien di ICU.

Itu sebabnya ada aturan khusus bagi keselamatan kerja. Misalkan bagi yang bertugas mengawasi monitor, tak boleh dijalani sendirian. Harus berdua, dan pada jam-jam tertentu harus bergantian tidur.

———————————————————————————–

Proses tidur tak dapat diremehkan begitu saja. Selain mencukupi kebutuhan tidur, waspadai juga gangguan-gangguan tidur yang membuat kita terus merasa mengantuk. Rasa kantuk berlebihan, hipersomnia, adalah gejala gangguan tidur dimana penderitanya tetap merasa mengantuk walaupun kebutuhan tidurnya telah terpenuhi.

Mengenal Pola Tidur Bayi

Tidur pulas akan membantu perkembangan kecerdasan anak

Selasa, 9/3/2010 | 12:37 WIB

KOMPAS.com – Tidur amat penting bagi anak. Tidur memungkinkan tubuh beristirahat untuk memulihkan stamina. Tidur berkualitas memiliki peran krusial pada kondisi perkembangan kesehatan jiwa anak, disamping dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Nah, bagaimana dengan bayi, seperti apa pola tidur yang baik untuknya?

Porsi tidur bayi baru lahir yang kurang lebih 18 jam sehari ini waktunya tidak menentu, mengingat jam biologisnya masih belum matang. Memasuki usia 2 bulan, pola tidur tersebut akan bergeser, namun waktunya pun belum menentu.

Masuk usia 3-6 bulan, jumlah tidur siang akan berkurang, kira-kira 3 kali dan akan terus berkurang. Pada masa ini, tidur bayi seringkali amat aktif, mereka bisa tersenyum, mengisap, dan tampak gelisah. Masuk usia 6-12 bulan, bayi hanya tidur siang 2 kali. Menjelang usia 1 tahun biasanya ia hanya perlu tidur siang sekali saja, sisanya akan dihabiskan pada malam hari. total jumlah waktu tidur berkisar antara 12-14 jam per hari.

Tidur bayi dibagi menjadi fase aktif dan non aktif. Pembagian ini berdasarkan gelombang otak. Fase non aktif bisa disamakan dengan fase non-REM pada orang dewasa dan fase aktif adalah fase REM. Pada bayi yang baru lahir, 50 persen dari tidurnya ada di fase aktif/REM. Ini menunjukkan pentingnya fase REM bagi perkembangan otak bayi. Dengan bertambahnya usia, tidur aktif akan semakin berkurang hingga pada dewasa yang hanya 20-25 persen saja. Pada tidur non aktif, bayi akan tampak tidur lelap, diam, dan amat tenang, hingga ada istilah sleep like a baby.

Untuk diketahui, kualitas tidur bayi tidak dapat dinilai secara kasat mata. Harus dilihat dengan alat pendukung. Tapi untuk mudahnya, saat bayi tidur dan kita melihat bola matanya bergerak-gerak di balik kelopak mata, berarti ia dalam fase tidur aktif.

Untuk diketahui, bai tidak mempunyai masalah tidur. Tetapi masa bayi adalah masa pematangan jam biologis, hingga penting bagi orangtua untuk mengenalkan kebiasaaan tidur yang baik padanya sejak sedini mungkin. Kenalkan padanya untuk beraktivitas di siang hari dan tidur di malam hari.

Narasumber: dr. Andreas A. Prasadja, RPSGT, Sleep Disorder Clinic RS Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat.

(Tim Nakita)

link: http://female.kompas.com/read/xml/2010/03/09/12372210/mengenal.pola.tidur.bayi