Mendengkur dan Kualitas Hidup

Mendengkur atau ngorok dan kantuk berlebih merupakan dua gejala utama dari sleep apnea (OSA). OSA terjadi sebagai akibat menyempitnya saluran nafas secara periodik saat tidur. Akibatnya penderita akan terbangun-bangun singkat tanpa terjaga. Episode bangun singkat (mini arousal) ini mengakibatkan kualitas tidur jadi buruk.

Akibatnya pendengkur selalu berada dalam kondisi kurang tidur dan mengantuk. Nah, sekarang bayangkan ketika Anda hanya tidur 3 jam semalam, bagaimana rasanya hari ini? Mengantuk, lemas, sulit berkonsentrasi, mudah marah dan jadi kurang teliti. Persis, seperti itulah yang dirasakan penderita sleep apnea setiap hari!

OSA memang berakibat pada banyak penyakit fatal seperti hipertensi, jantung dan diabetes. Tetapi akibatnya pada kualitas hidup seseorang, juga tak dapat diabaikan.

Di tahun 2000, Ulfberg dan kawan-kawan menyatakan dalam penelitian mereka, bahwa jika seseorang menderita OSA, ia akan mempunyai resiko mengalami kecelakaan kerja maupun lalu lintas dua kali lipat lebih besar. Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan oleh Silversten di tahun 2007, bahkan menyatakan bahwa OSA dianggap sebagai salah satu kriteria seseorang tidak mampu bekerja. Tidak jarang penderita OSA tidak berani lagi mengendara akibat dianggap punya hobi ‘nabrak’. Ini sebabnya ada peraturan di Inggris yang mengharuskan pendengkur yang masih dalam perawatan untuk tidak mengendara sementara waktu.

Penderita OSA sering kali harus berusaha keras agar tetap terjaga di saat bekerja. Banyak juga penderita OSA dicap sebagai pemalas akibat rasa kantuk berlebih yang menderanya. Bukan hal yang mudah bagi seorang yang dicap pemalas untuk membangun karirnya.

Berbagai penelitian juga mengungkapkan hubungan erat antara sleep apnea dan depresi. Di antara yang paling awal adalah Guilleminault yang mengamati bahwa 24% dari penderita OSA pernah berkunjung ke psikiater atas keluhan cemas atau depresi.

Namun, semua ini masih dapat diperbaiki. Derderian menyatakan bahwa dengan mengatasi mendengkur, mood penderita ternyata jauh lebih baik. Standar internasional pengobatan mendengkur adalah dengan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP). CPAP merupakan sebuah alat anti dengkur berupa masker yang biasa digunakan setelah seseorang didiagnosa dengan OSA di laboratorium tidur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: