Ngorok dan Agresivitas Pelaku Pelecehan Seksual

Ngorok atau mendengkur sudah lama dianggap wajar. Bahkan masyarakat menganggapnya sebagi tidur yang lelap. Tetapi sebaliknya, ngorok merupakan tanda gangguan tidur yang berbahaya. Tahukah Anda jika pendengkur bisa mengalami henti nafas berulang kali selama tidurnya?

Obstructive Sleep Apnea (OSA), ditandai oleh dua gejala utama: mendengkur dan kantuk berlebihan (hipersomnia). Penderitanya mengalami henti nafas berulang kali selama tidur akibat saluran nafas yang melemas dan menyempit selama tidur. Hasilnya proses tidur akan terpotong-potong. Gelombang otak tidur akan terbangun-bangun singkat berulang kali, tanpa si penderita sadari. Akibat dari sleep apnea juga tak main-main. Ia menyebabkan hipertensi, gangguan jantung, diabetes, bahkan stroke. Berbagai penelitian juga sudah mengungkapkan bahwa sleep apnea menurunkan vitalitas, kualitas hidup hingga menyebabkan depresi pada penderitanya.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Ottawa, Canada, menyebutkan bahwa sleep apnea amat mungkin menjadi faktor yang mendorong sikap agresif pada pelaku pelecehan seksual. Proses tidur yang terpotong-potong dianggap menjadi penyebab meningkatnya agresivitas dan sikap bermusuhan.

Booth dan kawan-kawan, dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Forensic Science, mengungkapkan fakta bahwa agresivitas pasien-pasien pelaku pelecehan seksual akan menurun setelah sleep apnea-nya dirawat beberapa waktu dengan menggunakan continuous positive airway pressure (CPAP). Tepatnya, ada 10 pelaku pelecehan seksual yang terdiagnosa dengan sleep apnea. Kesemuanya diberikan perawatan dengan CPAP selama beberapa waktu. Sebelum dan sesudah perawatan mereka diberikan Buss-Perry Aggression Questionnare untuk mengukur agresivitas.

Hasilnya, setelah menggunakan CPAP nilai total Buss-Perry mereka menurun drastis. Nilai-nilai yang menurun diantaranya adalah nilai kemarahan, agresivitas fisik, sikap bermusuhan, dan nilai agresivitas verbal. Ini menunjukkan bahwa pada pelaku pelecehan seksual yang mendengkur dan menderita OSA, sikap bermusuhan dan agresivitasnya dapat diturunkan secara signifikan dengan perawatan CPAP.

Namun, para peneliti menekankan bahwa penelitian ini hanyalah penelitian awal. Masih diperlukan penelitian lebih mendalam, apakah agresivitas yang menurun ini juga dapat menjamin berkurangnya perilaku kriminal secara menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: